ataşehir escort kurtköy escort pendik escort Maltepe escort ataşehir escort Şirinevler Escort sex izle beylikdüzü escort ankara escort ankara escort kocaeli escort izmit escort halkalı escort ankara escort maltepe escort porno sex izle Perpustakaan - STAIN Pamekasan

Workshop Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Pendekatan Living Values Education (LVE) Dalam Kurikulum 2013 dan KKNI

Selasa, 21 Pebruari 2017

Pada hari Rabu - Kamis, 2-3 Februari 2017, Pascasarjana STAIN Pamekasan menyelenggarakan Workshop “Implementasi Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Living Values Education (LVE) dalam Kurikulum 2013 dan KKNI”  yang digelar di gedung Pascasarjana STAIN Pamekasan. Hadir sebagai narasumber dalam Kegiatan ini adalah Dr. Muqowim, M.Ag. (Trainer the Asia Foundation). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pascasarjana (Dr. Zainuddin Syarif), Ketua Program Magister PAI (Dr. Siswanto, M.Pd.I.), Dr. Ahmad Arifi, M.Ag. (Dekan FITK Sunan Kalijaga Yogyakarta), Dr. Hj. Marhumah, M.Ag. (Wakil Dekan FITK Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dosen Pascasarjana dan dari perwakilan dari masing-masing Jurusan yang ada di STAIN Pamekasan.


Kegiatan Workshop dibuka oleh Direktur Pascasarjana STAIN Pamekasan (Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag).  Kegiatan ini juga dihadiri oleh para dosen pascasarjana dan dosen utusan dari masing-masing Jurusan yang ada di STAIN Pamekasan.


Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan dari kerjasama the Asian Foundation dengan Pascasarjana STAIN Pamekasan.


Secara substansi, workshop ini menekankan pada pengembangan pendidikan karakter dengan menggunakan pendidikan Living Values Education (LVE). Secara normatif, nilai pendidikan karakter sebenarnya telah ada di dalam kitab suci umat islam, al-Qur’an dan di dalam al-Hadits. Tetapi, pada aspek implementasinya, masih dirasa belum maksimal. Maka dari dibutuhkan suatu upaya untuk menghidupkan nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dalam kehidupan keseharian.


Pada kegiatan ini, dilaksanakan pula penandatangan naskah kerja sama (MoU) antara Pascasarjana STAIN Pamekasan dengan Fakultasi Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penandatangan ini dilakukan oleh Direktur Pascasarjana dengan Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ruang Lingkup Kerjasama ini meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, pengembangan SDM, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Selanjutnya, kegiatan workshop dipandu oleh moderator, Dr. Siswanto, M.Pd.I (Ketua Program Magister PAI Pascasarjana STAIN Pamekasan). Secara umum, pelaksanaan workshop ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu: 1) penyampaian materi tentang gambaran umum Living Value Education (LVE); 2) Praktik melalui aktivitas mengalami (learning by doing).


Menurut narasumber – Dr. Muqowim, M.Ag. – keberhasilan pendidikan karakter dalam proses pendidikan sangat tergantung pada mindset guru dan model pembelajarannya. Sebaik apapun kurikulum telah dirumuskan, ketika para pelaku pendidikan tidak mempunyai paradigma dan mindset yang sama maka kurikulum yang telah dikembangkan tersebut baru sebatas kumpulan dokumen yang kurang fungsional. Karena itu, perubahan mindset guru menjadi prioritas utama jika ingin terjadi perubahan dalam konteks pendidikan karakter. Ada sebuah adagium Arab yang menarik dicermati, bahwa metode lebih penting daripada konten [kurikulum] (al-thariqah ahammu min al-maddah). Dalam hal ini setelah kurikulum dibuat secara ideal yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana cara mencapainya melalui metode yang tepat. Cara menyampaikan sangat terkait dengan pelaku pendidikan yakni guru. Karena itu, guru lebih penting dari pada metode.


Dalam kesempatan ini pula, narasumber memberikan paparan tentang pentingnya pendidikan pendidikan karakter. Menurutnya, Ada sebuah model pendidikan berbasis karakter yang telah dirumuskan oleh UNESCO yang dikenal dengan Living Values Education (LVE). LVE merupakan pendekatan dalam pendidikan karakter yang lebih menekankan pada pentingnya menghidupkan nilai-nilai positif dalam diri manusia. Hal ini bertolak pada Piagam PBB yang menegaskan pentingnya mengembalikan jati diri manusia yang ideal. Hal ini dapat dimulai melalui praktek pendidikan. LVE menawarkan panduan dan prinsip umum tentang bagaimana cara menghidupkan  nilai dalam diri setiap individu. Untuk menuju ke sana, peran guru manjadi sangat strategis, sebab dia menjadi model bagi peserta didik.


Secara rinci, materi yang disampaikan oleh narasumber mengenai Urgensi nilai dalam kehidupan, penerapan pendidikan karakter, kualitas jiwa dan kebiasaan positif, LVE sebagai pendekatan dalam pendidikan karakter dan Pengembangan Nilai-nilai kehidupan.
Untuk mengoptimalkan kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini, narasumber memodifikasi dengan memberikan pengalaman belajar kepada peserta melalui berbagai aktifitas pembelajaran (learning by doing). Hal ini dimaksudkan agar para peserta dapat menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehar-hari.*(siswanto.abinaufal)